Terpanggil Bangun Tobasa, Simson Panjaitan- Tota Manurung Tinggalkan Zona Nyaman
20 Januari 2020 - 21:52:32 WIB | Dibaca: 3168x
Medan (SIOGE) - Pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Toba Samosir (Tobasa) Simson Panjaitan dengan dr Tota Manurung telah meninggalkan zona nyaman yang dinikmatinya dan terpanggil untuk membangun Tobasa melalui Pilkada Serentak 2020.
Hal tersebut diungkapkan keduanya saat menghadiri dialog dengan mahasiswa Tobasa di Kupie Aceh Medan, Senin (20/1/2020).
Simson Panjaitan mundur dari PT Pertamina, sedangkan dr Tota Manurung mundur dari Dinkes Tobasa untuk mengikuti Pilkada Tobasa.
Simson dan dr Tota mengatakan, langkah ini mereka pilih demi untuk membangun Tobasa yang tertinggal dibandingkan daerah lain di Sumut khususnya.
"Kami bertekad dan percaya mampu membangun Tobasa yang maju sekaligus menjadi ikon bagi daerah lain di Indonesia," kata Simon, yang sudah mencalonkan diri sebagai pasangan pilkada.
Kedua balon kepala daerah ini membawa konsep dan visi berjuluk MANTAP yang merupakan akronim dari mandiri, adil, nyaman, transparan, adil dan pasti.
Melalui visi ini, Simson optimis bahwa rakyat Tobasa akan terangkat menjadi sejahtera. Menyangkut sektor andalan yang akan dikembangkan menurut Simson, akan menggarap sektor pertanian dan pariwisata yang sedang dikembangkan.
Dijelaskan Simon, selama di Pertamina dia sudah berpengalaman membina petani di berbagai daerah di tanah air dan hasilnya cukup memuaskan. Berbekal pengalaman itu dia optimis akan mampu mengembangkan pertanian di Bumi Tobasa.
Ia juga mengatakan, jika dipercaya rakyat kelak memimpin Tobasa akan langsung membenahi pelayanan yang berkaitan dengan kebutuhan rakyat seperti pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan.
Dalam kurun 100 hari pertama pengabdiannya di Tobasa kelak, sambung Tota,mereka akan meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dari pola yang selama ini berlangsung lamban dan lama menjadi cepat dan gratis.
Dikatakan Tota, pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemkab Toba Samosir (Tobasa) perlu diperbaiki dan ini sangat diperlukan dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
"Otonomi itu harusnya mendekatkan negara dengan masyarakat. Kita ingin memperbaiki pengelolaan ASN karena ASN harusnya melayani masyarakat. Sebab ASN lah yang berhadapan langsung dengan rakyat, baik itu penyelenggaraan infrastruktur maupun kesehatan," kata lulusan FK USU tersebut. (t/s1)






















