Bupati Tapteng Turun Langsung Melihat Penanganan Bencana dan Kondisi Warga
30 Januari 2020 - 08:48:24 WIB | Dibaca: 3120x
Barus (SIOGE) - Tingginya curah hujan menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan longsor di berbagai wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) serta banjir bandang Sungai Aek Sirahar menyebabkan sedikitnya 7 (tujuh) desa terdampak banjir di Kecamatan Barus dan longsor di Kecamatan Andam Dewi yang menyebabkan 7 orang warga meninggal dunia, puluhan orang luka-luka dan rusak permukiman warga, lahan pertanian dan infrastruktur, Selasa (28/01/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.
Menyikapi hal itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menginstruksikan seluruh jajaran teknis di lingkungan Pemkab Tapteng meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Dinas Sosial Tapteng, Dinas Kesehatan Tapteng, RSUD Pandan dan Puskesmas, Satpol PP Tapteng untuk melakukan upaya penanggulangan bencana, evakuasi dan pelayanan masyarakat di seluruh wilayah terdampak bencana serta berkoordinasi dengan seluruh jajaran Forkopimda, Basarnas, pihak Kecamatan, Forkopimka, pihak Desa/Kelurahan dan lainnya.
Adapun 7 korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi. 5 orang korban bencana longsor dan banjir bandang di Desa Sijungkang Kecamatan Andam Dewi, yaitu Bismar Marpaung (50 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 08:00 WIB, Juster Sitorus (55 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 11:00 WIB, Pardamean br Manalu (85 tahun) perempuan ditemukan sekitar pukul 12:30 WIB, Abdul Rahman (72 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 11:00 WIB dan Esrin Pane (48 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 12:50 WIB.
Sementara itu, 2 korban meninggal dunia di Kecamatan Barus, yaitu Aswir Tanjung dan Idwarnisyah yang merupakan orangtua dari Aditya Melvan Tanjung, Anggota DPRD Tapteng Terpilih. Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani turut melayat di rumah duka, memandikan jenazah dan mengkafani almarhum Aswir Tanjung, mensholatkan dan turut dalam penguburannya.
Selanjutnya, Bupati juga turun langsung ke seluruh titik lokasi terdampak bencana dengan berjalan kaki dan menaiki sepeda motor untuk melihat langsung upaya penanganan bencana, kondisi warga dan kerusakan yang ditimpulkan oleh banjir bandang dan longsor, Rabu (29/01/2020). Dimulai dengan mengunjungi Desa Kinali dan Desa Pasar Tarandam di Kecamatan Barus dilanjutkan malam ini melihat Jalan Provinsi yang terputus total akibat longsor di Desa Sijungkang Kecamatan Andam Dewi serta dilanjutkan ke desa-desa lainnya.
Ketujuh titik lokasi yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Barus, yaitu Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Tarandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung Batu, Kelurahan Batu Gerigis, dan Kelurahan Padang Masing. Seluruh wilayah ini sebelumnya terendam banjir setinggi 2 meter hingga 2,5 meter yang menyebabkan sekitar 700 KK warga mengungsi.
Pada kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati rombongan menyemangati warga agar tabah dan kuat dalam menghadapi musibah ini. (rel/s1)











.jpg)








