Pasca Banjir Bandang dan Longsor di Tapteng, Bupati Memohon Bantuan dari Pusat dan Provinsi
30 Januari 2020 - 09:02:10 WIB | Dibaca: 3092x
Barus (SIOGE) - Tingginya curah hujan menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan longsor di berbagai wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) serta banjir bandang Sungai Aek Sirahar menyebabkan sedikitnya 7 (tujuh) desa terdampak banjir di Kecamatan Barus dan longsor di Kecamatan Andam Dewi yang menyebabkan 7 orang warga meninggal dunia, puluhan orang luka-luka dan rusak permukiman warga, lahan pertanian dan infrastruktur, Selasa (28/01/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.
Adapun 7 korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi. 5 orang korban bencana longsor dan banjir bandang di Desa Sijungkang Kecamatan Andam Dewi, yaitu Bismar Marpaung (50 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 08:00 WIB, Juster Sitorus (55 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 11:00 WIB, Pardamean br Manalu (85 tahun) perempuan ditemukan sekitar pukul 12:30 WIB, Abdul Rahman (72 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 11:00 WIB dan Esrin Pane (48 tahun) laki-laki ditemukan sekitar pukul 12:50 WIB.
Sementara itu, 2 korban meninggal dunia di Kecamatan Barus, yaitu Aswir Tanjung dan Idwarnisyah yang merupakan orangtua dari Aditya Melvan Tanjung, Anggota DPRD Tapteng Terpilih.
Bupati juga mengatakan pemerintah hadir dan berupaya maksimal dalam mengurangi beban penderitaan masyarakat atas kejadian luar biasa dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam banjir bandang dan longsor tersebut.
“Bencana alam banjir dan longsor ini terdapat di Kecamatan Barus, Pasaribu Tobing, Andam Dewi, Sorkam Barat, dan lainnya. Jumlah korban pada saat ini ada 7 orang yang meninggal dunia, kami masih terus menerima informasi. Kami baru saja mengunjungi Desa Kinali dan dan Desa Pasar Terandam, setelah itu kita akan ke Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi melihat Jalan Provinsi yang terputus total disebabkan longsor,” kata Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Bupati juga memohon pemerintah pusat dan provinsi untuk membantu menanggulangi dampak bencana tersebut. Serta ia juga meminta ke Presiden supaya menugaskan Menteri terkait untuk memfasilitasi mengatasi banjir tersebut.
“Ada ribuan rumah yang terkena banjir. Kita melihat rumah yang rusak berat. Saya dilahirkan di sini dan besar di sini. Ini kejadian banjir yang besar. Kami mohon Pemerintah Pusat dan Provinsi Sumatera Utara dapat membantu. Terus terang, kami Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak sanggup kalau menanggulangi sendiri. Membangun tembok atau Dek kiri kanan kami sudah pasti tidak sanggup. Kami telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini ke Kementerian PUPR supaya dibangun tanggul penahan banjir pada tahun 2021. Mudah-mudahan dapat dipercepat. Kami mohon Presiden Republik Indonesia supaya menugaskan menteri terkait, instansi terkait untuk membantu kami memfasilitasi mengatasi banjir ini,” ungkap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Kemarin malam saya sudah tugaskan BPBD Tapteng koordinasi dengan Basarnas dan bersama Unsur Forkopimda koordinasi. Kita dibantu TNI-POLRI. Kita turun bersama-sama karena hampir seluruh daerah di Kecamatan Barus ini terkena banjir. Di Kecamatan Pasaribu Tobing, Andam Dewi juga begitu, kita tim berbagi dalam menanggulangi bencana alam ini,” jelasnya.(rel/s1)





















