PDP Asal Tapteng Dikebumikan di Medan Sesuai Prosedur COVID-19, Dokter dan Perawat Diisolasi
08 April 2020 - 16:30:27 WIB | Dibaca: 3078x
Medan (SIOGE) - PDP asal Kecamatan Sosor Gadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, YE (23), yang meninggal dunia Rabu (8/4) dini hari di RSU Pirngadi Medan akan dikebumikan di pemakaman khusus COVID-19 di Medan. Proses pemakaman pun sesuai prosedur COVID-19.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah. Dan sesuai laporan ke kami, bahwa almarhumah akan dikebumikan di Medan sesuai dengan prosedur atau SOP COVID-19," terang Bupati dalam temu pers yang digelar di kantor Bupati Tapteng, Rabu (8/4/2020).
Pascameninggalnya YE yang merupakan TKI di Malaysia yang pulang ke Tapteng, Gugus Tugas COVID-19 Tapteng langsung melakukan penyemprotan di tempat tinggal korban dan daerah sekitarnya. Bahkan Bupati bersama tim gugus tugas hari ini turun langsung ke lokasi dan beberapa kecamatan untuk melakukan penyemprotan.
Sebelumnya almarhum sempat mendapat pertolongan di RSUD Pandan sebelum dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan. Namun karena RSUD Pandan bukanlan rumah sakit rujukan COVID-19, maka pasien wajib dirujuk ke rumah sakit rujukan. Dan RSU Pirngadi Medan bersedia menerima karena RSU Adam Malik sudah penuh.
“Jadi jangan sampai ada informasi yang salah yang menyebutkan RSUD Pandan tidak menangani pasien. Hal ini perlu saya tegaskan, agar masyarakat jangan salah tanggap. Rumah sakit kita sudah berbuat, hanya saja RSUD Pandan bukanlah rumah sakit rujukan. Dan dengan cepat juga kita sudah melakukan segala cara, agar pasien dapat langsung dirujuk ke Medan. Dan RSU Pirgandi Medan bersedia menerima. Namun yang kuasa berkata lain,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu juga Bupati mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi aturan untuk tidak berkumpul-kumpul dan tetap menjaga jarak serta rajin cuci tangan pakai sabun, serta tidak keluar rumah jika tidak ada yang sangat penting.
Kepada pemilik warung Bupati juga mengimbau agar tidak melayani makan di tempat, melainkan dibungkus saja, agar upaya yang dilakukan untuk penanggulangan COVID-19 bermanfaat.
1 Dokter dan 6 Perawat Diisolasi
Sementara itu, satu orang dokter yang sempat menangani PDP COVID-19 di RSUD Tapanuli Tengah langsung diisolasi pascameninggalnya pasien di RSU Pirngadi Medan. Selain seorang dokter, enam orang tenaga medis (perawat) termasuk supir ambulans turut diisolasi selama 14 hari ke depan.
Demikian dikatakan Direktur RSUD Pandan Dr Rikky Harahap ketika dikonfirmasi, Rabu (8/4/2020).
“Satu orang dokter yang sempat menangani pasien PDP di RSUD Pandan bersama dengan perawat sudah kita isolasi. Demikian juga supir ambulans yang membawa korban ke RSU Pirngadi Medan bersama dengan perawatnya, juga sudah kita isolasi mandiri selama 14 hari. Hal itu dilakukan untuk pencegahan,” katanya.
Sedangkan keluarga almarhumah, yakni ibunya yang ikut mendampingi korban ke RSUD Pandan, juga langsung diisolasi.
“Malam itu ibu pasien ingin ikut mendampingi putrinya ke RSU Pirngadi Medan, dan sesuai SOP tidak diperkenankan ikut selain tim medis. Dan sekarang ibu korban diisolasi bersama dengan keluarganya di rumahnya,” kata Rikky menambahkan.
Sebagaimana diberitakan, PDP asal Tapteng, YA (23), sempat dirawat di RSUD Pandan setelah dirujuk dari Puskemas karena mengalami sesak nafas dan demam selama tujuh hari dalam pantuan (ODP).
Dari hasil pemeriksaan dan hasil laboratorium RSUD Pandan, korban mengalami infeksi paru. Karena RSUD Pandan bukan rumah sakit rujukan COVID-19, akhirnya korban dirujuk ke RSU Pirngadi Medan, Selasa (7/4/2020), karena RSU Adam Malik Medan sudah penuh.
Pasien adalah TKI yang bekerja di Malaysia dan baru saja pulang ke kampungnya di Kecamatan Sosor Gadong.(ant)





















