Tidak Terima Dengan Hasil Swab Test Corona, Ratusan Warga Geruduk Kantor Kepala Desa Kolam
28 Mei 2020 - 09:12:19 WIB | Dibaca: 3687x
Percut Sei Tuan (SIOGE) - Ratusan warga yang berasal dari beberapa dusun Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang geruduk Kantor Kepala Desa Kolam, Rabu (27/5/2020) malam sekitar pukul 19:30 WIB.
Menurut informasi, ada beberapa warga Desa Kolam diduga positif Covid-19 yang dibuktikan melalui hasil swab, namun keluarga yang bersangkutan tidak terima dengan hasil swab tersebut dan meminta kepada pihak Desa untuk menunjukkan bukti surat dari hasil pemeriksaan laboratorium (Lab) akan tetapi pihak Desa tidak bisa memberikan karena bukti pemeriksaan swabnya berada di Lab.
Pantauan wartawan sioge.com di Kantor Desa Kolam terlihat sejumlah warga dan pihak Muspika Kecamatan Percut Sei Tuan sedang melakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, perdebatan dan penjelasan yang begitu panjang namun tidak membuahkan hasil karena pihak keluarga yang diduga positif Covid-19 tetap bersikeras meminta bukti hasil swabnya. Keadaan sempat memanas karena warga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak Muspika.
Sementara suara ratusan massa yang mengepung kantor desa tersebut riuh dengan berbagai teriakan minta agar nama desa mereka dibersihkan dari tudingan bahwa ada warga yang positif Covid-19. Karena menurut warga apa yang dikatakan pihak berkompeten tersebut tidak benar sebab warga tidak pernah ditunjukan hasil pemeriksaan laboratoriumnya.

“Akibat permasalahan ini, kami sangat di rugikan sekali selain dikucilkan kami juga banyak yang dipecat dari pekerjaan dan terisolasi dari lingkungan lain sebab kami telah di vonis positif Covid-19 tanpa adanya bukti dari hasil pemeriksaan laboratorium,” ucap warga yang namanya tidak ingin disebutkan.
Kepala Desa (Kades) Kolam Jupri Purwanto mengatakan kekisruhan ini terjadi disebabkan keluarga korban belum bisa menerima dari hasil swab, mungkin bisa saja mereka sangat minim dalam memahami tentang Covid-19 sehingga warga tersebut menjadi panik menghadapi permasalahan seperti ini. Padahal dari pihak Gugus tugas Covid-19 Kecamatan Percut Sei Tuan sudah menerangakan secara detail tentang Covid-19 namun mereka tetap bersikeras untuk meminta hasil pemeriksaan laboratorium.
Jupri menambahkan, yang pasti Pemerintah Desa Kolam membantah keras atas tudingan yang dialamatkan kepada mereka bahwa mereka memengucilkan keluarga korban yang diduga positif Covid-19, itu sama sekali tidak benar. Jadi apa yang dilakukan Pemerintah Desa Kolam melalui pengumuman melalui masjid merupakan sebatas himbauan semata, bukan mengucilkan warga tersebut.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena massa diluar sudah terlalu ramai melalui kesepakatan bersama, 14 warga yang reaktif dan 2 orang positif Covid-19, pada Sabtu (30/5/2020) akan dilakukan swab kembali melalui Dinas Kesehatan Deli Serdang untuk memastikan apakah warga tersebut positif atau negatif.
Muspika yang dipimpin langsung Camat Percut Sei Tuan Drs. Khairul Azman, M.A.P tidak bersedia dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut tanpa alasan ia langsung pergi meninggalkan para awak media. (Feri)












