Sumut Terus Dihantui Penyebaran Covid-19, Pasien Positif Jadi 406, Meninggal 41, Sembuh 122
30 Mei 2020 - 22:36:53 WIB | Dibaca: 2388x
Medan (SIOGE) - Tampaknya Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setiap harinya tetap terus dihantui penyebaran Covid-19. Pada Sabtu (30/5/2020) sore, pasien positif Covid-19 di Sumut bertambah lagi sebanyak enam orang.
"Sehingga total jumlah pasien positif menjadi 406 orang. Pada Jumat kemarin, tercatat sebanyak 400 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB, kepada wartawan di Medan.
Whiko Irwan menyebut total pasien positif Covid-19 di Medan sebanyak 268 orang, Deliserdang 56 orang, Pematang Siantar 23 orang dan Simalungun 22 orang. Hal mengejutkan terjadi di Tapanuli Selatan (Tapsel).
Untuk pertama kalinya, kata Whiko Irwan, ditemukan di Tapsel satu pasien positif Covid-19. Temuan itu sekaligus membuat Tapsel masuk dalam kategori zona kuning Covid-19 di Sumut.
Lebih lanjut Whiko mengatakan, terjadi pertambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Sumut. Jika pada Jumat masih tercatat 37 orang, namun pada Sabtu bertambah empat orang dan total menjadi 41 orang.
Namun syukurnya, pasien positif Covid-19 yang sembuh juga bertambah empat orang, atau menjadi 122 orang dari sebelumnya Jumat 118 orang. Sedangkan jumlah total pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 243 orang.
Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sembuh di Sumut sebanyak 306 orang atau bertambah satu orang dari Jumat 305 orang. PDP yang dirawat juga bertambah tiga orang, yakni menjadi 140 orang dari Jumat 137 orang.
"Namun pada Sabtu terjadi pertambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 109 orang, yakni menjadi 420 orang dari sebelumnya Jumat 411 orang," rincinya.
Bertambahnya pasien positif ini, dia mengimbau agar masyarakat Sumut lebih taat lagi melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19. Sebab kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus rantau penyebarann Covid-19 di Sumut.
"Tetaplah tinggal di rumah, sebab rumah adalah jawaban yang paling benar dan yang paling aman terhindar dari virus berbahaya ini, sembari menunggu para peneliti dan para ahli kita menemukan vaksin yang tepat. Karena kita tidak tahu siapa pembawa virus di luar" katanya.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, kata dia, mengapresiasi masyarakat yang telah berupaya memahami wabah Covid-19, sehingga masyarakat bisa mengambil sikap yang tepat dan berpartisipasi dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. "Kita melihat sekarang masyarakat sudah banyak berubah, mulai dari menyadari pentingnya pelaksanaan pola hidup bersih dan sehat, sudah mulai membiasakan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan sudah menjadi tidak nyaman apabila di tengah kerumunan," ujarnya.
Hal tersebut harus terus ditingkatkan terus menerus. Sebab tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Hanya upaya menjalankan protokol kesehatan yang bisa dilakukan saat ini. "Semangat ini mestinya harus kita galakkan dan harus kita jadikan darah daging kita untuk menghadapi situasi pandemi secara global ini. Apalagi WHO sudah menyampaikan bahwa Covid-19 ini tidak akan bisa hilang dalam waktu yang singkat," ungkapnya.
Tidak bisa dipungkiri, kata dia, bahwa kesadaran dan disiplin yang kuat mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19 masih menjadi salah satu cara paling efektif dalam menekan penyebaran Covid-19. Contohnya, Provinsi Bali yang sukses menekan Covid-19 tanpa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), melainkan hanya dengan disiplin warga.
Untuk itu, seluruh daerah di Sumut diimbau untuk bersungguh-sungguh memperkuat kedisiplinan. Salah satunya bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Kalau lah setiap keluarga saling mengingatkan, menjaga serta mengingatkan anggota keluarga masing-masing, maka upaya untuk menurunkan jumlah pasien positif dan memutus rantai penyebaran Covid-19 pasti bisa dilakukan. "Oleh karena itu kebersamaan, gotong royong, saling bertoleransi dengan semangat untuk saling melindungi menjadi kunci sukses. Jadikan protokol kesehatan menjadi gaya hidup baru yang harus kita terapkan sehari-hari," pesannya.
Seperti diketahui bersama, pandemi Covid-19 bukan hanya tentang masalah kesehatan, melainkan permasalahan multidimensional yang membutuhkan penanganan komprehensif dan kerja sama seluruh pihak. Sehingga semakin cepat rantai Covid-19 diputus, maka terselesaikan pula masalah lainnya yang menjadi dampak turunan akibat wabah. (sib/t)





















