Peduli Penanganan Stunting, Pemkab Deliserdang Gelar Rembuk dan Penandatanganan Komitmen Bersama
04 Juni 2020 - 16:00:13 WIB | Dibaca: 3141x
Lubuk Pakam (SIOGE) - Meski dalam suasana pandemi Covid-19, pemerintah daerah terus peduli mengatasi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Deli Serdang. Rembuk dalam percepatan penanganan stunting ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antar lintas terkait melalui Video Confrence (Vicon) di ruang Posko Induk Covid-19 Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (4/6).
Penandatanganan dimulai dari Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar dilanjutkan Wakil TP PKK Deli Serdamh Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Ketua Darmawanita Persatuan Kabupaten Deli Serdang ny Herawati Darwin Zein, Kadis Kesehatan Kabupaten kanupaten Deli Serdang dr Ade Budi Krista, Ka.BAPPEDA Ir.Remus Hasiholan Pardede, M.Si.
Kadis Kesehatan Kabupaten Deliserdang dr Ade Budi Krista mengatakan, penandatanganan itu adalah komitmen pemerintah daerah guna menjamin semua unsur dalam daerah ini bersepakat untuk menurunkan angka stunting. “Melalui penandatangan ini kita akan bersepakat untuk melakukan konvergensi penurunan angka stunting di Deliserdang,” ungkapnya.
Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Deliserdang menjadi bagian dalam mewujudkan tujuan global 2030 atau sustainable development goals (SDGs) yang salah satu tujuannya adalah menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan serta meningkatkan pertanian berkelanjutan dengan target 2030, mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk penurunan angka stunting secara nasional tahun 2024 sebesar 14%.
"Kami menyadari bahwa permasalahan stunting pada usia dini terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah jendela kehidupan yang paling penting terhadap pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika tidak kita cegah secara dini, permasalahan ini dalam jangka pendek menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual rakyat Deliserdang," ujarnya saat membuka Rembuk stunting melalui Vicon.
Sebagai dasar pelaksanaan sesuai peraturan Bupati Nomor 5.A tahun 2020 tentang percepatan pencegahandan penanggulangan stunting terintegrasi. Ia juga berharap kepada seluruh OPD bersama-sama untuk menuntaskan permasalahan stunting melalui program strategis yang terintegrasi, melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi, yaitu pertamain tervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung mengatasi terjadinya stunting seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dân kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian bidang kesehatan.
Kedua intervensi sensitif mencakup peningkatan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak serta peningkatan akses pangan bergizi yang dilaksanakan oleh perangkat daerah yang membidangi pertanian, ketahanan pangan, Perumahan dan permukiman rakyat, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,kependudukan, sosial, kominfo, masyarakat desa serta perencanaan pembangunan, pemberdayaan namun kami tetap meminta kepada perangkat daerah lainya agar melakukan inovasi dan terobosan yang dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Deliserdang, tambahnya.
Menurut Wabup poin tersebut sejalan dengan visi pembangunan deliserdang tahun 2019-2024, yaitu "Deli serdang yang maju dan sejahtera, dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinnekaan".
Karena itu, Tambahnya, Ia meminta kepada seluruh perangkat kecamatan dan desa yang menjadi lokus stunting yang merupakan perangkat terdekat dengan korban stunting berkomitmen mulai dari Camat, Kepala Desa/Lurah, BPD dan masyarakat dalam pencegahan stunting sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan desa adalah hal yang urgent.
“Untuk itu, melalui momentum rembuk stunting ini, saya sangat berharap komitmen kita semua, terkhusus kepada para peserta rembuk stunting yang terlibat dalam gerakan menurunkan angka stunting adalah investasi masa depan daerah kita untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas mengadi generasi penerus untuk menghadapi masa depan, menunjang kesuksesan pembangunan bangsa menuju indonesia sejahtera khususnya rakyat Deli Serdang yang kita cintai,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil TP PKK Deli Serdang Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar juga mengatakan Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Deli Serdang, Tim Penggerak PKK ikut berperan Aktif dan Mendukung Program Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Deli Serdang. "Untuk itu saya Mengajak seluruh masyarakat Deli Serdang khususnya, terutama TP-PKK mulai dari Kelompok Desa dan PKK Kelurahan serta Kecamatan agar terus berikhtiar memberikan Edukasi, Motivasi dan memperhatikan keluarga - keluarga kita terutama dalam hal pengetahuan tentang gizi melalui program B2SA (Beragam, bergizi ,seimbang dan aman). Tak lupa saya mengingatkan agar kita tetap mengikuti arahan Pemerintah dalam Penanganan Pandemi Covid - 19, yaitu pakailah Masker, Hindari Kerumunandan Sering Cuci Tangan memakai sabun," pungkasnya. (rel/s)






















