Pemkab Buka FGD Pekerjaan Penyusunan Rencana Teknis Penataan Bangunan Kawasan Monumen Friedrich
09 Juni 2020 - 19:11:37 WIB | Dibaca: 3132x
Humbahas (SIOGE) - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, SE yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan Drs. Tonny Sihombing, MIP membuka Focus Group Discussion (FGD) pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Penyusunan Rencana Teknis Penataan Bangunan Kawasan Monumen Friedrich Silaban di Aula Hutamas, Selasa (9/6/2020).
Sambutan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE yang di bacakan oleh Sekda Drs. Tonny Sihombing, MIP mengatakan dengan berkumpulnya para Stakeholder, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa dan Camat di kesempatan ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait lokasi lahan dan desain Kawasan Monumen Friedrich Silaban dan turut ikut serta mendukung terlaksananya kegiatan ini.
Pejabat Pembuat Komitmen Penataan Bangunan dan Lingkungan Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, Esty Wahyuningtyas, ST, M. Eng dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini akan di fasilitasi oleh Pemerintah Pusat dari Kementerian PUPR yang pekerjaan fisiknya akan dilaksanakan pada tahun 2021. Desain dari Kawasan Monumen Friedrich Silaban ini merupakan hasil dari Karya Pemenang Sayembara Gagasan Desain Monumen Friedrich Silaban Pada tahun 2019.
Hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pekerjaan Penyusunan Rencana Teknis Penataan Bangunan Kawasan Monumen Friedrich Silaban adalah Team Leader CV. Pelita Buana Maia Tarihoran, ST., MT, Kaban BPKPAD, Kepala Bappeda, Kadis PKP, Kadis Pariwisata, Kadis Lingkungan Hidup, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Camat Lintongnihuta, Kades Dolok Margu, Tokoh Masyarakat Humbahas, PPK Penataan Bangunan dan Lingkungan Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Utara, Tim Teknis Penataan Bangunan dan Lingkungan Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Utara.
Adapun hasil Focus Group Discussion (FGD) yaitu Desain Kawasan Monumen Friedrich Silaban akan memasukkan sejumlah ornament budaya lokal, Khususnya pada penataan kawasan sekitar monument (koridor kawasan), Akan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan perencanaan/DED saat ini, Peletakan batu pertama Borsat Junjungan yang dibuat pada tanggal 10/10/2010 masuk dalam lahan desain sayembara, namun pada saat pelapasan lahan pada tahun 2011, Keluarga Silaban sudah setuju untuk dipindahkan ke lokasi diluar desain, Secara khusus Keluarga Silaban sangat setuju dengan konsep desain Kawasan Monumen Friedrich Silaban, Galian C yang diusulkan untuk berhenti, masih menunggu konfirmasi dari Keluarga Silaban, Memasukkan desain toilet umum disetiap lokasi parkir, Merencanakan cadangan drainase dalam Kawasan Monumen yang terkoneksi dengan jaringan drainase yang ada diluar Kawasan Monumen, Pemerintah Daerah harus membuat dokumen pengelolaan lingkungan atau AMDAL, Sumber air dari pancur Dolok Margu dapat dikaji dan dianalisis sebagai sumber air Kawasan Monumen Friedrich Silaban, Disetujuinya konsep delineasi lokasi Kawasan Monumen Friedrich Silaban, namun harus mempertimbangkan bahu jalan yang tersedia untuk penataannya dan Rencana pematokan lahan/tapak didampingi oleh masyarakat dan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten. (Diskominfo/rel)






















