Diduga Dibunuh Ayah Tiri di Medan, Dua Bocah Abang Beradik Tewas Mengenaskan
22 Juni 2020 - 11:21:43 WIB | Dibaca: 2928x
Medan (SIOGE) - Dua bocah Abang beradik ditemukan tewas mengenaskan di lokasi Sekolah Global Prima Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Seimati Kecamatan Medan Maimon, Minggu (21/6) sekira pukul 8.30 WIB.
Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan menyebutkan kedua bocah malang itu bernama Ikhsan Fatahilah (10), ditemukan tewas di sudut bangunan gedung sekolah Global Prima dalam posisi telentang dan bagian wajah berlumuran darah, diduga akibat dibenturkan ke dinding tembok bangunan sekolah dan ditemukan sekira pukul 09.00 Wib.
Sedangkan adiknya, atas nama Rafa Anggara (5) ditemukan tewas di dalam parit samping gedung sekolah dengan posisi telentang dan mayatnya ditutup triplek dan karton, ditemukan sekitar pukul 10.00 Wib.
Kronologisnya, korban abang beradik itu menjumpai ayah tirinya yang diduga pelaku inisial R (30), di sekolah Global Prima tempat terduga bekerja sebagai kuli bangunan.
Kedua korban saat itu meminta uang membeli es krim, dan pelaku mengatakan dirinya tidak memiliki uang.
Pelaku R membawa kedua korban ke arah samping gedung bangunan sekolah. Selanjutnya, terduga pelaku R diduga menghabisi nyawa kedua anak tirinya itu dengan membenturkan kepalanya ke tembok dinding bangunan sekolah. Korban Ikhsan diletakkan terduga pelaku di sudut dinding bangunan sekolah dan dan adiknya, Rafa dibuang ke parit.
Ibu korban, Fahtulazanah (30), lewat telephone selulernya lalu menanyakan kepada terduga pelaku R terkait keberadaan kedua korban. Lalu terduga pelaku menjawab agar ibu korban melihat dan mencari kedua anak kandungnya itu di sekolah atau lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Didampingi adik dan nenek korban, lalu mereka mencari kedua korban. Sontak ibu korban menjerit histeris ketika melihat kedua anaknya telah ditemukan sudah meninggal dunia di lokasi TKP.
" Kedua jenazah dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk di Visum Et Repertum. Sabar ya, kami masih bertugas dan melakukan penyelidikan lebih lanjut" sebut Kapolsek, Kompol Rikki Ramadhan seraya enggan berkomentar terlalu banyak. (sib/s1)












