Ketuk Pintu Langit, Walikota Tebing Tinggi Gelar Doa Bersama Hadapi Covid-19
31 Maret 2021 - 10:32:27 WIB | Dibaca: 3247x
Tebing Tinggi (SIOGE) - Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara No. 450/2680, himbauan untuk melaksanakan doa bersama lintas Agama secara serentak menghadapi wabah pandemi Covid-19, Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan MM, menggelar doa bersama Mengetuk Pintu Langit. Doa bersama yang digelar mengusung tema 'Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa Membebaskan Bangsa Indonesia, Sumatera Utara dan Masyarakat Kota Tebing Tinggi dari Wabah Covid-19,' bertempat di Ruang Aula Lantai IV Gedung Balai Kota, Tebing Tinggi, Senin (29/03/2021).
Turut menghadiri acara tersebut Wakil Ketua DPRD kota H.M. Azwar, S.Si, MM., Kapolres Agus Sugiyarso, S.IK, Danramil 13/ TT Kapten. Inf. Budiono mewakili Dandim 0204/DS, Kasidatun Tulus Sianturi, SH., MH. Mewakili Kajari Tebingtinggi, Kepala Kanwil Kementerian Agama Tebing Tinggi Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag, M.M., Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, S.STP, M.Si, perwakilan tokoh agama dan tamu undangan.
Dalam sambutan Kepala Kementerian Agama Kota Tebing Tinggi Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag, M.M, mengatakan bahwa inti dari pada kegiatan ini dilaksanakan semoga terlepas dari pandemi Covid-19.
"Sengaja kami buat Mengetuk Pintu Langit dengan tema Semoga Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa Membebaskan Bangsa Indonesia, Sumatera Utara dan Masyarakat Kota Tebing Tinggi dari Wabah Covid-1, dengan memanjatkan doa bersama seluruh agama yang ada di kota Tebing Tinggi ini, tentunya kita terbebas dari wabah ini dan juga masalah - masalah yang kita hadapi di Negara ini bisa selesaikan dengan baik," Ucap Kakanwil Kemenag.
Ia berharap, dengan melaksanakan doa bersama ini, semoga pandemi Covid-19 akan selesai serta merukunan umat beragama yang ada di Negara ini bisa diselesaikan dengan bijaksana.
Sementara Walikota Tebingtinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM dalam sambutannya mengatakan, langkah ini adalah merupakan suatu langkah baik dan menyampaikan pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan berakhirnya, ada mutasi dari generasi-generasi baru, masuk lockdown tahap 3, gelombang tahap 3 ini.
"Indonesia sendiri saat ini sedang gencar - gencar melakukan vaksin hingga pemerintah juga berusaha mengejar target bagaimana satu juta perhari tapi kemarin hanya 500 ribu, sehingga pasti akan tersendat vaksinasi yang akan datang, diperkirakan vaksinasi ini akan selesai pada akhir tahun 2021," ujarnya.
Lebih lanjut Walikota menambahkan, selama libur menyebabkan banyak hal degradasi pendidikan, wajar dan wajiblah untuk berdoa kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaan masing - masing dan juga tidak lagi kena gelombang ke tiga seperti di Eropa. "Kebersamaan kita, keihlasan kita, kemauan kita untuk sama - sama berdoa, agar semuanya terhindar dari pada musibah Covid-19 ini dengan sebaik baiknya," ungkapnya.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi juga mengutuk keras atas kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.
"Atas kejadian ini jangan kaitkan dengan agama, ini adalah oknum - oknum unsur pribadi yang tidak menghendaki kerukunan antar umat bergama terwujud di Indonesia. Mari kita berdoa semoga aktor pelaku tertangkap dan sampai dengan dalang dan akar - akar terwujud, kita menolak dan membenci perbuatan - perbuatan teror di tanah air," pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dipimpin masing - masing perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu serta berfoto bersama. (rel/s)






















