Berakhirnya Bulan Puasa, Kader TP PKK Kota Medan Tetap Ikuti Pengajian Ramadan
08 Mei 2021 - 13:48:45 WIB | Dibaca: 2967x
Medan (SIOGE) - Menjelang berakhirnya bulan puasa, Kader TP PKK Kota Medan tetap antusias mengikuti pengajian Ramadan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (7/5/2021), tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
Kader TP PKK dari Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Belawan.
Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu Muhammad Bobby Afif Nasution diwakili Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny Shaula Arindianti Aulia Rachman membuka pengajian Ramadhan sebelum diisi tausiah agama dari Al Ustad Muhammad Samin Pane. Hadir Pengajian Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga Ny Ismiralda Wiriya Alrahman.
Dikatakan Ny Shaula Arindianti Aulia Rachman, pengajian ini merupakan pengajian Ramadan kita yang terakhir di bulan puasa tahun ini. Diharapkan apa yang didapatkan dalam pengajian ini akan berdampak baik dan memberikan manfaat bagi kita serta dapat diterapkan dalam keluarga maupun masyarakat.
"Saya berharap pengajian ini dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Oleh karena itu saya mengapresiasi antusias kader dalam mengikuti pengajian Ramadhan ini sehingga apa yang disampaikan ustadz dalam tausiyahnya memberikan manfaat serta dapat diterapkan dalam keluarga maupun masyarakat. Selain itu juga untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," kata Ny Shaula Arindianti.
Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga menambahkan, seperti yang disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, agar pada kader tidak lupa untuk membayar zakat.
"Saya kembali mengingatkan ibu - ibu kader TP PKK, jangan lupa untuk menunaikan zakat. Selain merupakan kewajiban kita sebagai muslim juga untuk membantu saudara- saudara kita masyarakat kota Medan yang kurang mampu," Jelasnya.
Dan tausiyahnya Al Ustad Muhammad Samin Pane atau yang lebih akrab dipanggil Ustad Sampan mengungkapkan agama Islam mengajarkan seorang istri dituntut untuk berbakti kepada Suami dan Istri juga harus dapat menyenangkan suami. Selain itu Istri sebagai ratu dalam rumah tangga harus menjaga nama baik keluarga.
"Jika seorang istri dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga diperbolehkan. Sebagai contoh Istri Rasulullah SAW Khadijah merupakan pengusaha sukses yang membantu perekonomian keluarga," jelasnya.
Selanjutnya Pengajian ini juga diisi dengan sesi tanya jawab. Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga menanyakan tentang zakat fitrah dan zakat mal kepada Ustad. Terakhir ditutup dengan doa. (Dinas Kinfo Medan/Bahren)












