Daniel Pinem : Banjir Harus Segera Diatasi, Jangan Jadi Bom Waktu
20 Desember 2021 - 19:32:26 WIB | Dibaca: 3061x
Medan (Sioge) - Warga Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di wilayah mereka. Hujan yang turun sebentar saja langsung menggenangi sejumlah lingkungan di kelurahan tersebut.
Hal ini dikeluhkan warga yang hadir pada Reses Masa Sidang I Tahun Ke III Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem yang digelar di Jalan Seroja V Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (17/12/2021) dihadiri perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan, Lurah Tanjung Selamat, Ubudiah SH MSi, perwakilan BPJS Kesehatan, para Kepling dan ratusan warga.
Salah seorang warga, Indra Siringoringo mengeluhkan mereka sangat kesulitan dengan banjir dan genangan air ini. Hujan sebentar saja langsung ada genangan. Kami sangat berharap segera ada tindakan dari Pemko Medan, termasuk membuat saluran drainase. “Kita juga harap Pak Daniel Pinem menyampaikan kondisi ini ke Pemko Medan dan mendesak agar segera dilakukan penanganan," ujarnya.
Begitu juga Umban Barus warga Jalan Seroja Raya turut mengeluhkan banjir yang sering terjadi di lingkungannya, bahkan sampai pernah ada anak kecil tersengat listrik akibat banjir. Menurutnya, banjir tersebut disebabkan adanya buangan air dari perumahan di lingkungan tersebut.
Menyahuti keluhan warga, Daniel Pinem mengakui permasalahan di Kota Medan saat ini adalah banjir yang harus segera diatasi. Namun, menurut anggota dewan senior ini, Pemko Medan juga telah berupaya untuk mengatasi banjir tetapi memang sulit mengatasinya.
"Walau begitu, Wali Kota Medan telah berjanji pada dua tahun kepemimpinannya, semua persoalan infrastruktur dapat teratasi, termasuk kondisi drainase yang jadi penyebab utama banjir. Kita harap ini bisa terealisasi, apalagi anggaran untuk infrastruktur tahun depan sebesar satu triliun rupiah lebih. Semoga anggaran tersebut turut bisa membenahi drainase di kelurahan ini," ujar Politisi senior PDI Perjuangan ini.
Khusus banjir di Jalan Seroja VII dan Jalan Seroja Raya, menurut Daniel Pinem, harus ada pembuatan gorong-gorong di wilayah itu. Karenanya diharapkan Lurah Tanjung Selamat dapat memasilitasi pembuatan gorong-gorong ini, termasuk dengan kemungkinan adanya pemakaian lahan warga dengan sistem ganti rugi.
Daniel berharap agar Dinas PU Kota Medan bertindak cepat dalam pembangunan dan perbaikan drainase di kelurahan ini. "Kondisi ini telah berlangsung cukup lama. Mohon Dinas PU segera melakukan pembangunan dan perbaikan drainase. Jangan jadikan ini bom waktu terhadap Pemko Medan, harus segera ditindaklanjuti," tegas Anggota DPRD Medan yang duduk di Komisi IV membidangi pembangunan.
Daniel juga minta kerjasama dari warga untuk menjaga drainase di lingkungan masing-masing. "Walaupun drainase telah diperbaiki Dinas PU, namun bila tidak dijaga dengan tidak buang sampah sembarangan, maka akan kembali rusak," tambahnya.
Menjawab ini, perwakilan Dinas PU Medan yang juga Ka UPT Medan Selatan, Gunawan Siahaan menjelaskan pihaknya telah melakukan perbaikan enam jalan dan sejumlah drainase di Kelurahan Tanjung Selamat.
Selain banjir, sejumlah permasalahan di kelurahan itu juga diungkapkan warga yang hadir. Seperti soal penyaluran bantuan pemerintah yang dituding warga salah sasaran, keberadaan lampu jalan yang tertutupi pohon dan tiang listrik kayu rawan tumbang, pohon sudah tua dan perlu dipangkas serta persoalan lainnya. (S1)












