Pasca Longsor, Tulang Belulang dari 5 Kuburan Belum Ditemukan di TPU Kristen Simalingkar B
28 April 2022 - 19:09:30 WIB | Dibaca: 3427x
Medan (Sioge) - Masih ada tulang belulang jenazah dari 5 kuburan yang hilang pasca longsor di TPU Kristen Simalingkar B, belum ditemukan. Padahal sudah lebih 10 hari peristiwa longsor itu terjadi dan viral di media sosial.
“Ya, sampai saat ini masih ada 5 tulang belulang jenazah yang ikut longsor kemarin masih belum ditemukan,” ujar Mandor TPU Kristen Simalingkar B Ganti Tuani Malau, Kamis sore (28/42022) saat ditemui wartawan di lokasi pekuburan.
Disebutkannya, ada sekira 15 kuburan yang ikut ‘terjun’ ke sungai Babura saat terjadinya peristiwa longsor kemarin. Namun hanya sekira 10 lah yang berhasil dtemukan dan dikubur kembali di lokasi yang lebih aman.
“Untuk 5 kuburan yang berisi tulang belulang itu, sudah dilakukan pencarian oleh petugas kita, namun tidak ditemukan. Karena saat longsor bagian bawah kuburan itu sudah lebih dahulu tergerus air dan terbawa arus sungai Babura sehingga tidak ditemukan lagi,” ujarnya.
Ditambahkannya, untuk 10 tulang belulang jenazah yang dikuburkan kembali, hanya dikebumikan saja tanpa ada pembangunan keramik seperti sebelumnya. “Apa boleh buat, kami hanya mampu menguburkannya tanpa adanya keramik seperti semula. Darimana biayanya untuk membuatkan keramik kuburan yang baru,” sebutnya seraya mengatakan sementara ini belum ada progres baru untuk pencarian lagi.
Sementara itu, di lokasi terlihat petugas PU Kota Medan sedang membangun tanggul dari goni yang diisi pasir. Selain petugas, tampak juga alat berat diturunkan ke dalam sungai untuk membersihkan sungai dari bambu yang kemarin rubuh.
Pengawas pekerjaan dari PU, Rizal saat ditemui di lokasi menyebutkan, pihaknya sesuai instruksi dari Pemko Medan sedang membuat tanggul dari goni yang berisi pasir di pinggiran sungai. Tanggul itu dibuat sepanjang 50 meter di sepanjang sungai. Diharapkan pembuatan tanggul ini mampu mencegah terjadinya longsor seperti kemarin.
Pasir yang digunakan mengisi goni diambil dari dasar sungai dan kemudian setelah terisi akan disusun menjadi benteng di sana. Saat ditanya lamanya pembuatan tanggul itu, diperkirakan Rizal selama 3 minggu diluar libur lebaran nanti.
Ditambahkannya, semua pekerja yang di lapangan berasal dari PU Kota Medan. Pengerjaan ini dilakukan setelah ada koordinasi antara Pemko dengan pihak BWS. Diperkirakannya, sekira seribu goni pasir nantinya akan digunakan membangun tanggul ini. (S1)












