Tingkatkan Perenomian Keluarga, Warga Bisa Kelola Bank Sampah
28 Mei 2022 - 18:34:33 WIB | Dibaca: 2992x
Medan (Sioge) – Bank sampah merupakan salah satu metode pengelolaan sampah yang saat ini digalakkan Pemko Medan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi sampah rumah tangga dan meningkatkan perekonomian warga.
“Bank sampah merupakan salah satu solusi pengelolaan persampahan di kota ini. Hampir di setiap kecamatan yang ada di Kota Medan sudah mulai mengadakan bank sampah untuk menampung sampah rumah tangga yang ada di lingkungan dan kelurahannya,” ujar Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan kepada warga saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Sabtu (28/5/2022) di halaman Bank Sampah New Normal Jalan Ring Road Pasar 1 Gang Mekar Mulyo Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang.
Tampak hadir dalam kegiatan itu, Lurah Tanjung Sari Ihsan Nugraha Harahap SE MM, perwakilan Kecamatan Medan Selayang Sastra Sitepu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Medan Saiful Amri, Koperasi Pengelolaan Sampah Deliserdang diwakili Winardi Efendi Permana, pengelola Bank Sampah New Normal Yasra dan Duta Peduli Kesehatan Kota Medan Maysa Siregar dan ratusan warga.
Disebutkan Politisi PSI itu, kebijakan Wali Kota Medan dalam memerangi sampah patut diapresiasi dan didukung. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Apalagi sampah saat ini bisa bernilai jual dengan mengumpulkan, memilah dan menjualnya ke bank sampah,” ujarnya.
Beberapa warga dalam kesempatan itu mempertanyakan dukungan pemerintah terhadap mereka yang saat ini mulai membuka bank sampah. Selain itu warga juga mengeluhkan kurangnya bantuan pemerintah, padahal banyak yang dianggarkan untuk usaha seperti mereka, namun tidak mereka terima.
Menangapi itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Masfuddin Lubis menyatakan pihaknya sangat terbantu kalau masyarakat sadar akan pentingnya hidup bersih. Selama ini, pengelolaan sampah rumah tangga terabaikan dan banyak menumpuk. Untunglah ada bank sampah yang digagas pemerintah, sehingga bisa mengurangi sampah.
Menjawab itu, Erwin Siahaan menegaskan agar para pejabat di dinas yang memiliki anggaran untuk warga yang peduli persampahan ini, segeralah mengucurkan dana tersebut. “Warga sudah mau peduli dengan kondisi lingkungan dengan membuat bank sampah, namun belum mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya seraya berkata, perlu adanya sinergisitas antara warga, pemerintah dan pengusaha dalam menyelesaikan masalah sampah ini.
Untuk bank sampah hendaknya warga memilah sendiri sampahnya sehingga mempermudah penanganan. Mindset warga harus diubah, yaitu membersihkan lingkungan dari sampah untuk melindungi bumi. (S1)












