Warga Gang Maju Keluhkan, Sampah Dibuang Orang Tidak Bertanggung Jawab di Jalanan
12 Desember 2022 - 21:22:42 WIB | Dibaca: 2727x
Medan (Sioge) - Warga mengeluhkan jalan Luku belakang Pasar Inpres Simpang Kwala banyak berlubang, padahal belum ada sebulan diperbaiki. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di lokasi itu, ditambah banyaknya kendaraan yang mengalami kecelakaan saat melintas.
“Bagaimana pemerintah kita ini, belum ada sebulan diperbaiki langsung rusak. Kualitasnya perlu dipertanyakan,” ujar Br Sibagariang saat mengikuti reses yang digelar Anggota DPRD Medan Erwin Sihaan di 3 tempat Jumat (9-11/12/2022) di Lapangan Segitiga Jalan Kemenyan Raya Perumnas Simalingkar Kelurahan Mangga Medan Tuntungan, Lapangan Baronet Jalan Starban Polonia, Jalan Maju Raya Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor.
Bahkan warga Br Siagian mengaku akibat jalan rusak dan berlubang di Kwala Bekala, dirinya mengalami kecelakaan dan patah tulang. Sedangkan Nelly br Tambunan warga Gang Maju mengeluhkan banyaknya sampah yang dibuang orang tidak bertanggungjawab di jalan. Begitu juga kinerja petugas pemotong rumput disorot, karena hanya sebelah jalan yang disemprot. Terkait parit juga dikeluhkan warga karena kurang diperhatikan pemerintah hingga mampet.
Sementara warga lain mengeluhkan jalan di Gang Bersama harus diperhatikan karena kondisinya membahayakan pengendara. Masalah LPJU juga dipersoalkan karena banyak yang sudah padam, baik di jalan raya maupun masuk gang-gang.
Kemacetan jalan di depan Yayasan Al Azhar juga dikelukan warga karena setiap pagi dan siang pulang sekolah setiap hari macet.
Menanggapi keluhan warga, Erwin mengatakan akan menyampaikannya dalam rapat dewan dengan Pemko Medan. Terkait kemacetan di depan Al Azhar, Pemko berencana membangun jembatan dari Gang Maju menuju Eka Surya sehingga bisa menjadi alternatif mengurai kemacetan di sana.
Pihak Kelurahan Kwala Bekala yang hadir dalam kesepatan itu berjanji kepada warga akan menyampaikan keluhan mereka ke Dinas PU agar jalan diperbaiki. Terkait UMKM yang diharapkan masyakat, diharapkannya agar warga mendaftarkan diri dulu ke kelurahan dan Dinas Sosial Medan agar diusulkan menjadi penerima.
Sementara di Perumnas Simalingkar, Nurlinda warga Kopra 2 mengeluhkan parit depan rumahnya amblas dan tiang listrik juga menjadi miring serta kabelnya menjuntai ke bawah sehingga berbahaya. Rohani minta agar jembatan di dekat SD negeri di sana ditambah 5 jengkal saja agar lebih nyaman warga melintas. Lidia Simanjuntak menyebut Jalan Sagu tiang lampu tidak ada sehingga gelap sekali.
Khairunisya mengatakan orang tuanya di Kutalimbaru Deliserdang mendapat BLT Rp.900 ribu karena Kadusnya aktif. Bagimana di Medan, apakah Keplingnya aktif ke rumah warga. “Kenapa kami tidak bisa mendapatkan bantuan itu?,” tanyanya.
Dalam kesempatan itu, Erwin Siahaan berjanji akan berbicara keras di dewan untuk menyampaikan aspirasi warga itu. Akan menyerukan ke pemerintah agar membersihkan sampah. Saat ini, sampah warga Kota Medan 2 ribu ton setiap hari. Dirinya akan mengusulkan pemerintah berkunjung ke negara maju agar melihat sampah bisa menjadi energi.
Pihak Kecamatan Medan Tuntungan yang diwakili Sahat mengatakan parit yang amblas silahkan lapor ke Kepling agar disampaikan ke kelurahan manatahu bisa diperbaiki memakai dana kelurahan.
Sedangkan Lurah Optima Manalu mengatakan semua masalah yang ada di warga, langsung sampaikan ke Kepling agar segera ditangani. Kalau warga hendak berobat harus ada rujukan dan bisa diminta ke Puskesmas setempat. “Kalau ada masalah di lingkungan lapor ke Kepling. Kalau tidak ditanggapi lapor ke saya,” pungkasnya. (S1)












