Bupati Humbahas Apresiasi Sikap Nasionalis Anggota Paskibra Parlilitan
24 Agustus 2019 - 10:23:31 WIB | Dibaca: 3142x
Parlilitan (SIOGE) - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor mengapresiasi sikap nasionalis yang ditunjukkan anggota Paskibra Kecamatan Parlilitan, Sayang Khamesi Simorangkir. Sebagai bentuk apresiasi yang diperlihatkannya baru-baru ini, Dosmar menyerahkan bantuan berupa satu unit Laptop kepada Sayang Khamessi yang sengaja diundang pada kegiatan sosialisasi peningkatan sumber daya manusia yang unggul bagi seluruh guru dan kepala sekolah se-kecamatan Parlilitan yang digelar di Balai Pertemuan Kantor Camat Parlilitan, Kamis (22/8/2019).
Bersamaan dengan itu, hal serupa juga dilakukan oleh Purna Paskibra Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan. Salah seorang perwakilan Purna Paskibra bersama Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Humbahas Jonni Waslin Purba menyampaikan bingkisan kepada Sayang sebagai bentuk penghargaan dan ucapan turut berdukacita terhadap rekan juang mereka.
Dosmar menyampaikan turut berdukacita yang dalam atas kepergian ibu Sayang. Dimana, Sayang rela mengorbankan waktu dan perasaannya untuk mengibarkan bendera Merah Putih walau dalam situasi dirundung duka. Menurutnya itu menjadi kebanggaan serta sikap yang patut dicontoh, terutama generasi muda.
"Kami mengucapkan turut berdukacita. Kebetulan adek kita ini sekolah di Humbang Hasundutan. jadi, kami hadir memberikan sedikit perhatian. Mudah-mudahan ke depan, adek kita ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bagaimana Dia boleh mengorbankan waktunya dan perasaannya hanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih", katanya.
Dosmar juga mengatakan dalam era sekarang ini sangat jarang ditemukan orang yang rela berkorban untuk bangsa, baik itu waktu maupun perasaan. "Hal ini sangat sulit. Pasti di antara kita banyak yang tidak mau berkorban,"ujarnya.
Senada dikatakan Kadispora, sebagai kepala OPD yang membidangi, merasa bangga dan kagum terhadap jiwa nasionalis yang dimiliki Sayang Khamesi Simorangkir. "Saya merasa bangga dan kagum "Luar biasa! Semoga ke depan, akan lahir lebih banyak Sayang lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Parlilitan Panutur Simorangkir menyampaikan terimakasih kepada Bupati Humbahas beserta jajarannya atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada anak didiknya.
Turut Hadir pada acara itu, Plt Kadis Pendidikan Jonny Gultom, Kadis Pemuda dan Olahraga Jonni Waslin Purba Kadis PUPR Jhonson Pasaribu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jamilin Purba serta Asisten Perekonomian Dan Pembangunan AP Marbun.
TUNDA MELIHAT IBU MENINGGAL DUNIA
Sebelumnya, Sikap nasionalisme Sayang Khamesi Simorangkir, salah seorang pasukan pengibar bendera (Paskibra) pada upacara HUT RI ke -74 di Kecamatan Parlilitan, Sabtu (17/8/2019) lalu, patut diapresiasi.
Dia rela menunda untuk melihat ibunya yang meninggal dunia dan sudah disemayamkan di kampung demi berkibarnya Merah Putih di cakrawala Parlilitan.
Sayang mengisahkan bahwa dirinya mendapat kabar duka tersebut saat mengikuti latihan Paskibra di Tanah Lapang Parlilitan, Kamis (15/8/2019).
Tak lama kemudian, pihak keluarga datang menjemput Sayang untuk melihat ibunya yang sudah meninggal di kampungnya di Dusun Lobu Pining 2, Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput). Perjalanan dari Parlilitan ke Pahae Julu makan waktu satu hari dengan kendaraan penumpang umum.
Namun, karena jenazah almarhumah Kartini Rajagukguk, Ibunda Sayang, direncanakan akan dimakamkan pada Senin (19/8/2019) sehingga siswi kelas XII Mia 3 SMAN 1 Parlilitan itu merasa terpanggil dan memutuskan untuk kembali ke Parlilitab menunaikan tugas yang diembannya sebagai pasukan pengibar bendera demi berkibarnya Merah Putih pada upacara HUT Ke74 RI di Parlilitan.
"Ini semua demi Mérah Putih. Lagipula, Ibu dikuburkan hari Senin (19/8/2019). jadi, saya dapat melaksanakan tugas saya, tanpa harus khawatir tidak dapat mengikuti acara pemakaman ibu. Saya bisa kembali ke kampung nanti setelah upacara penurunan bendera selesai, kalau ada mobil atau tumpangan," ujar Sayang saat diwawancarai media ini di Mess Kecamatan Parlilitan sesaat menjelang upacara penurunan bendera, (17/8/2019)
lalu.
Sayang mengaku, sebenarnya dia merasa sangat sedih dan haru manakala dihadapkan pada pilihan, dimana dia dituntut untuk menentukan sikap. Akan tetapi, Sayang merasa bahwa menjalankan tugas yang dipercayakan oleh bangsa adalah bentuk tanggungjawab yang harus dilakukan. "Yang pasti perasaan saya sangat sedih. Perasaan saya sangat terharu. Akan tetapi, itu merupakan salahsatu tanggungjawab yang harus saya lakukan. Harus saya tuntaskan, kata sayang terbatabata berusaha menahan airmatanya.
Lebih jauh, Sayang menandaskan bahwa satu tanggung jawab yang dipercayakanoleh bangsa, harus dilalui dan harus dilakukan." Karena, meski sekecil apapun itu, sangat berarti bagi kita dan untuk negara. Jadi, kita harus bangga bisa berbuat untuk bangsa walaupun itu sebenarnya sangat kecil dibandingkan dengan apa yang sudah negara lakukan untuk saya," ujar anak kelima (bungsu) dari pasangan Burju Simorangkir dengan Kartini
Rajagukguk itu.
Ditanya terkait tanggapan keluarga terhadap keputusan yang diambilnya, Sayang menjelaskan, pihak keluarga sepenuhnya mempercayakan apa yang terbaik menurut Sayang. "Saya ikhlas tidak ada paksaan ataupun halangan dari semua pihak. Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada saya terkait keputusan yang saya ambil," tandasnya.(t/s1)













.jpg)








