Sumut
Kurang Perhatian dari Pemerintah, Petani Mengadu ke Poltak Sitorus Soal Hama Padi di Tobasa
15 Oktober 2019 - 18:25:26 WIB | Dibaca: 2990x
Tobosa (SIOGE) - Daerah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) cukup bagus untuk pertanian khususnya padi. Namun beberapa tahun terakhir, hasil panen masyarakat kian menurun akibat kurangnya sosialisasi teknik pertanian.
Hal tersebut dikatakan Poltak Sitorus kepada Wartawan Sioge, Selasa (15/10) disela-sela kunjungannya di Desa Gopgopan, Kecamatan Uluan, Tobasa.
Ia mengatakan, untuk meningkatkan hasil pertanian di Tobasa, pemerintah harus rutin memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada petani. "Sebagai anak petani, saya memahami betul cara bercocok tanam dan memberikan sedikit sosialisasi teknik pertanian yang baik sehingga panen ke depannya dapat maksimal", ujarnya.
"Salah satu priotas Tobasa Unggul ini adalah pertanian moderen, jadi bagaimana hasil pertanian itu baik tentunya cara bertani pun harus diubah dan Pemkab seharusnya memberikan penyuluhan rutin agar petani kita bisa memaksimalkan pertaniannya dan racun tikus untuk memberantas hama," tambah Poltak Sitorus.
Salah seorang petani di Desa Gopgopan Boru Pardede menyesalkan kurangnya perhatian dari Pemkab Tobasa, khusus Dinas Pertanian yang kurang memberikan sosialisasi teknik pertanian dan solusi memberantas hama.
"Di daerah ini tidak pernah dilakukan sosialisasi teknik pertanian, kami masih memakai teknik yang lama dalam merawat maupun membasmi hama Padi. Bahkan sampai saat ini ada jenis hama menyerang padi namun tidak tahu jenis hama apa itu," ungkapnya.(mader)